Supiana Dian Nurtjahyani dan Retno Handajani
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/Prodi
Pendidikan Biologi Universitas PGRI Ronggolawe
Tuban, dan Fakultas Kedokteran dan Tropical Disease Center, UniversitasnAirlangga,
Surabaya
Salmonella typhi sebagai penyebab kasus tifus abdominalis
(demam tifoid) pada manusia dapat menyebabkan kematian lebih dari
600,000 pertahun. Demam tifoid merupakan penyakit yang tersebar luas dieluruh
dunia terutama di daerah beriklim tropik dan sampai sekarang masih merupakan
probleina kesehatan di seluruh dunia. Di KabupatenTuban untuk deteksi infeksi S. typhi hanya
digunakan pemeriksaan konvensional yaitu pemeriksaan darah lengkap dan Widal.
Dalam penelitian ini akin dilakukan deteksi
bakteri S. typhi pada penderita suspek tifus abdominalis di
Kabupaten Tuban dengan teknik Polyrnerase Chain Reaction (PCR).
Dari 30 sampel penderita suspek tifus abdominalis
dalam penelitian ini, sebanyak 9 sampel (30%) memberikan basil Widal 0 positif
dan 29 sampel (96,66%) memberikan hasil PCR positif. Jumlah sampel
dengan basil PCR positif ini lebih banyak
dari sampel dengan basil Widal positif.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknik
PCR dapat dimanfaatkan untuk deteksi dini adanya DNA S. typhi pada penderita
tifus abdominalis.
Kata Kunci: Deteksi, Salmonella typhi, teknik PCR, tifus
abdominalis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar